Pasalnya, sekitar pukul 16.36 WIB, antara stasiun Palmerah dan Kebayoran Lama, kereta kembali berhenti. Kereta berhenti ternyata untuk mengangkut penumpang. Penumpang yang akan naik ini berasal dari penumpang commuter line jurusan yang sama yang berangkat terlebih dahulu dari Tanah Abang. Kereta berhenti karena mogok dan terpaksa diangkut ke kereta lain.
Alhasil, penumpang semakin geram. Karena jumlah penumpang menjadi membludak. Bisa disebut, satu kereta mengangkut untuk kapasitas dua kereta sekaligus.
Salah seorang penumpang yang baru naik mengisahkan, mereka lebih daru 40 menit berada di dalam kereta yang mogok tersebut. Penyebab mogok juga tak jelas. Awalnya disebutkan, listrik mati tapi kemudian diralat bahwa mesin rusak.
"Tapi ditanya lagi, katanya listrik mati. Jadi nggak jelas. Sabtu lalu juga seperti ini, kereta mogok," kata seorang ibu paruh baya yang mengaku turun di stasiun Serpong sambil menambahkan, yang membuat mereka kesal, petugas lama sekali membuka pintu kereta akhirnya mereka merasa seperti dipanggang dalam kereta.
Para penumpang pun terpaksa berdesakan di dalam kereta. Tapi, lagi-lagi emosi penumpang tak bisa ditahan. Mereka kemudian berteriak-teriak pada saat kereta berhenti di Stasion Kebayoran Lama. Di Stasiun, yang mestinya kereta jurusan Serpong berhenti dijalur satu tapi berhenti di jalur 3, penumpang yang lain kembali naik.
"Woi, sudah penuh ini," teriak seorang penumpang.
"Tutup pintunya, sudah nggak muat," timpal yang lain.
Sedangkan seorang penumpang yang lain tampak dan terdengar sedang menelepon seseorang. Dari nada bicaranya, kelihatannya dia menghubungi hotline PT KA. Karena dia menyampaikan keluhan penumpang yang membludak. Karena membludak, jendela kereta AC ini pun terpaksa dibuka karena pendingin udara dirasa tak mencukupi.
Kereta pun berjalan kembali sementara penumpang masih riuh.
[arp]
BERITA TERKAIT: