Saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (16/10), mantan tahanan politik di era Soeharto ini mengemukakan berbagai alasan mengapa dia menolak pemerintahan militer atau pemerintahan yang terdiri dari sipil dan militer sebagaimana digagas Haris Rusly Cs dan Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto Cs.
Pertama, kata Sri Bintang, tidak pernah ada negara maju yang pemerintahannya dipegang militer, kecuali pasca Perang Dunia II ketika Perancis dipimpin Charles de Gaule dan Amerika Serikat dipimpin Jenderal Eisenhower. Kedua, pada pemerintahan militer selalu ada pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang serius, terutama terhadap rakyat kecil.
Ketiga, Sri Bintang mengingatkan, tugas militer adalah hanya mempertahankan negara dari musuh atau serangan asing, dan bukan untuk berpolitik. Keempat, dwi-fungsi ABRI atau TNI sudah jelas-jelas ditolak rakyat.
"Saudara Haris Rusly tidak tahu sejarah penderitaan rakyat di bawah rezim militer dan perjuangan kemerdekaan RI," demikian Sri Bintang.
[ysa]