"Saya kenal dia. Dia teman saya sejak 1980-an di Makasar. Dia di Universitas Hasanuddin, saya di IKIP Makasar. Kita sama-sama aktif di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Sangat intens ketemu. Kenal cukup dekat dan sangat dekat," kata Tamsil saat diwawancara
TVOne sesaat lalu (Kamis, 7/9).
Tamsil mengaku bertemu terakhir kali dengan Acos, panggilan dari Iskandar, sekitar tiga bulan lalu. Dirinya dan Acos sama-sama aktif di persatuan nelayan tradisional sebagai pengurus. "Dia tidak aktif lagi," ujar Tamsil.
Meski kenal dekat, Tamsil yang merupakan poltisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menolak ikut terlibat dalam suap Rp 1,5 miliar di kantor Kemenakertrans sekalipun peran Acos dalam kasus tersebut sangat jelas.
"Saya kenal, tapi tidak ada urusan dengan kasus ini," kata Tamsil.
[dem]
BERITA TERKAIT: