"Kita tahu bahwa beberapa hari ini (surat Nazaruddin) telah menjadi kontroversi di publik, telah menjadi perdebatan dan dikaitkan dengan Presiden. Oleh sebab itu, dipandang perlu untuk menjawab secara tertulis surat Nazaruddin seperti kemarin telah disampaikan," kata Julian kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/8).
Surat balasan SBY ini, tegas Julian, bukan dimaksudkan sebagai bentuk intervensi terhadap penanganan kasus Nazaruddin.
"Dalam surat itu kan jelas disebutkan bahwa tidak ada sedikit pun upaya untuk intervensi. Tidak boleh, tidak akan dan tidak akan pernah, melakukan intervensi dari Presiden SBY terhadap penanganan proses hukumnya," terang Julian.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: