Melihat fenomena tersebut, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia merasa perlu memberikan sumbang saran berupa 17 poin resolusi untuk menyelamatkan Indonesia. Ketuju poin itu disampaikan Ketua Umum PPI, Zulham Effendi Marlin Ramadhan Baidillah, dalam sepucuk surat antara lain kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu.
1. 13 tahun pasca reformasi hingga saat ini bangsa Indonesia belum memiliki visi bangsa yang membumi. Ini terlihat dengan masih terjebak bangsa Indonesia dalam krisis multidimensi yang masih menyimpan masalah besar dalam bidang kemiskinan, pendidikan, pengangguran, kependudukan, korupsi dan lain sebagainya. Untuk itu perlu ada visi bangsa yang lebih realitis dan dapat dibumikan dalam jangka waktu 5-10 tahun ke depan.
2. Membangunkan kesadaran masyarakat dan seluruh komponen bangsa untuk lebih mengutamakan kedaulatan negara di atas kepentingan pribadi dengan menggunakan semua media dan sarana yang ada.
3. Musnahkan kemiskinan moral melalui sistem pendidikan yang integral dan berkarakter dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai agama sebagai pembentuk watak, etika, moral, dan budaya setiap individu manusia
4. Menerapkan wajib belajar 12 tahun bagi seluruh anak bangsa Indonesia secara komprehensif dan sistematis baik dalam negeri maupun di luar negeri serta memberikan subsidi yang merata baik dalam bentuk infrastruktur maupun beasiswa kepada anak bangsa.
5. Perbanyak penelitian yang berkaitan dengan teknologi, terutama teknologi yang bersifat tepat guna dengan menggunakan segala potensi anak bangsa yang ada di luar negeri khusus di Malaysia
6. Tegakkan kewibawaan hukum melalui reformasi aparat penegak hukum
7. Menerapkan hukuman seberat-beratnya bagi semua tindak korupsi yang telah merugikan Negara tanpa tebang pilih atau pilih kasih.
8. Melaksankan reformasi birokrasi yang dimulai dari perbaikan mental dan peningkatan profesionalitas pelayanan publik aparat birokrasi.
9. Perlu ketegasan dan ketaatan dalam setiap keputusan sebagai suatu nilai utama, termasuk membuat keputusan dengan cepat, pelaksanaan yang disiplin, implementasi yang sistematik, koordinasi yang harmonis, ketahanan dan usaha yang tidak pernah berhenti.
10. Pengembangan yang berkelanjutan dalam infrastruktur secara fisik untuk transportasi missal, komunikasi dan energi terbarukan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi yang pesat dan persaingan internasional.
11. Perkuat posisi Indonesia dalam kancah internasional dengan membangun usaha publik yang memiliki peran vital dalam perekonomian internasional.
12. Meningkatkan akses memperoleh pengetahuan dan informasi guna meningkatkan kecepatan, efisiensi dan kenyamanan dalam beraktivitas di seluruh sendi kehidupan.
13. Semua bentuk media mesti memainkan peranan utama sebagai wahana peneguhan integritas bangsa dan negara. Media mesti berperan sebagai sarana dan saluran informasi yang terkontrol sehingga informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan secara professional dan bukan hanya sekedar untuk mendapatkan keuntungan yang akhirnya dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara serta dapat merusak citra bangsa dan Negara Indonesia di tingkat Internasional.
14. Semua tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri merupakan asset bangsa yang perlu diperhatikan, dilindungi serta difasilitasi oleh Pemerintah Indonesia.
15. Menegakkan komitmen konstitusi untuk memberikan jaminan dan hak kepada seluruh rakyat untuk memperoleh mata pencaharian dan kehidupan yang berkelanjutan dengan mempersiapkan mereka agar memiliki daya jual yang dibutuhkan sehingga dapat secara bebas memilih pekerjaan;
16. Kesenian, Kebudayaan dan segala sesuatu yang menunjukkan jati diri Bangsa dan Negara Indonesia adalah asset yang berharga. Untuk itu perlu dijaga, dipelihara serta dikembangkan semua asset bangsa dan negara tersebut secara berkelanjutan dan sistematis.
17. Menjaga dan mengelola sendiri secara penuh semua sumber daya alam (SDA) Bangsa Indonesia baik mineral maupun non mineral dengan memberdayakan segala potensi anak bangsa.
[dem]
BERITA TERKAIT: