Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B Nahrawardaya menduga Nazaruddin tahu soal keberadaan istri dan anaknya saat ini. Namun karena 'ancaman' Nazaruddin enggan mempublishnya dan memilih tutup mulut.
"Sangat mungkin Nazaruddin tahu. Nazaruddin juga tahu apa akibat yang akan diterimanya di hadapan para penyidik kalau dia mengungkapnya," kata Mustofa saat diwawancara
TV One beberapa waktu lalu (Rabu, 17/8).
Ketidakjelasan nasib Neneng dan anaknya, padahal sebelumnya disebut kabur bersama Nazaruddin ke Kolombia, kata Mustofa, menjadi semacam bergaining terhadap Nazaruddin.
"Di situlah terjadi
deal-deal yang dilakukan oleh tim yang menjemput. Kondisi keluarganya tersandera. Bukti lainnya (terjadi
deal-deal), tidak boleh ditemani pengacara saat terbang dari Kolombia,"
Dalam konteks sandera menyandera itulah, terang Mustofa, niat Nazaruddin tidak akan berbicara banyak kepada penyidik KPK pada pemeriksaan yang akan dilakukan besok (Kamis, 18/8) wajar adanya.
"Kondisinya, pengakuan Nazaruddin rentan terdistorsi, artinya bisa dinegosiasikan. Jadi wajar saja besok dia tidak akan mengatakan apa-apa," demikian Mustofa.
Sebelumnya diberitakan, siang tadi, usai menemui Nazaruddin di rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, OC Kaligis mengatakan jika kliennya menitipkan dua pesan; kepada Presiden SBY dan terkait pemeriksaan besok. Untuk SBY, Nazaruddin menyampaikan pesan biarkan dirinya saja yang diperiksa dan dihukum dan tidak akan membawa-bawa lagi partai Demokrat dalam kasus yang menjeratnya.
Pesan yang satunya, Nazaruddin mengatakan tidak akan banyak bicara kepada penyidik KPK pada pemeriksaan besok. Dia hanya akan mengatakan satu hal saja untuk kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP)-nya: masukan saja dirinya dalam penjara asal istrinya, Neneng Sriwahyuni, tidak diapa-apakan.
[dem]
BERITA TERKAIT: