Demokrat Tidak Happy dengan Pesan Nazaruddin kepada Presiden SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 17 Agustus 2011, 18:48 WIB
Demokrat Tidak <i>Happy</i> dengan Pesan Nazaruddin kepada Presiden SBY
didi irawadi/ist
RMOL. M Nazaruddin mengirim pesan kepada Presiden SBY. Nazaruddin meminta yang diperiksa dan yang dihukum cukup dirinya saja dan tidak akan membawa-bawa lagi partai Demokrat dalam kasus yang menjeratnya. 

Pesan lainnya, kepada penyidik KPK, pada saat pemeriksaan Kamis besok, Nazaruddin mengaku tidak akan banyak berbicara . Dia hanya akan mengatakan satu hal saja untuk dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP)-nya: masukan saja dirinya dalam penjara asal istrinya, Neneng Sriwahyuni, tidak di apa-apakan.

Bagaimana tanggapan Demokrat, partai binaan SBY? Demokrat merasakan pesan tersebut tidak fair. Pesan Nazaruddin yang dititipkan melalui pengacaranya, OC Kaligis itu bikin Demokrat tak happy.

"Kami tidak bergembira dengan hal itu," kata Ketua Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin saat diwawancara TV One, sesaat lalu (Rabu, 17/8).

Didi punya pertanyaan. Bernada curiga, ucap Didi, jangan-jangan pesan dibalik apa yang disampaikan Nazaruddin membenarkan dugaan selama ini jika bos Rosa di PT Anak Negeri tersebut tidak punya cukup bukti atau fakta hukum yang menguatkan tuduhannya kepada sejumlah elit Demokrat sebagaimana yang sering dinyanyikan saat di pelarian. Toh kalau memang punya bukti mengapa tidak menyerahkannya kepada aparat.

Demokrat sendiri, jelas Didi, sangat berharap kasus yang menjerat Nazaruddin bisa diselesaikan di hadapan hukum dengan proses hukum yang transparan. Penyelesaian selain dengan cara tersebut malah akan membuat spekulasi-sepekulai baru.

"Kalau seperti ini Nazaruddin jadi ragu sendiri. Jangan-jangan pernyataannya yang disampaikannya di tempat pelarian memang tidak didukung fakta dan bukti," imbuhnya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA