Pasca 45, sebuah organisasi yang didirikan oleh sejumlah tokoh nasionalis sipil dan militer mengingatkan seluruh rakyat dan segenap elemen bangsa, agar menghadang niat Sri Mulyani tersebut. Sebab pencalonan Managing Director World Bank itu digadang Amerika Serikat dengan kesepakatan-kesepakatan tertentu.
Ketua Pasca 45, Letjen (purn) Harsudiono Hartas, mengatakan, ada agenda-agenda terselubung yang dititipkan Amerika Serikat di balik dukungan terhadap Sri Mulyani. Setidaknya ada empat
deal. Pertama, kesepakatan membangun pangkalan militer Amerika Serikat di Morotai, Maluku dan Biak untuk menghadapi China. Kedua, Amerika menguasai sumber daya alam Indonesia. Ketiga, Amerika Serikat menguasai Selat Malaka dan teritori bagian barat Indonesia. Keempat, secara
invisible menjadikan Indonesia sebagai negara bagian Amerika Serikat.
Untuk mencapai deal-deal tersebut, kata Harsudiono, Amerika Serikat akan memasangkan Sri Mulyani dengan Letjen (purn) Agus Wijoyo, mantan Kepala Staf Teritorial TNI.
"Para
founding fathers mengamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945 agar kita menjadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Ini (pencalonan Sri Mulyani) harus diamati terus sekaligus ditolak. Mari bersama-sama menggalang pikiran, dan kekuatan bersama untuk menghadapi manuver imperialisme AS," demikian Harsudiono.
[dem]
BERITA TERKAIT: