Tinggalkan Pondok, Santri Jebak Polisi Dengan 4 Buah Bom

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 14 Juli 2011, 15:22 WIB
Tinggalkan Pondok, Santri Jebak Polisi Dengan 4 Buah Bom
ilustrasi/ist
RMOL. Polisi akhirnya berhasil masuk ke Pondok Pesantren Umar bin Khattab, Desa Sonolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (13/7) kemarin. Namun seluruh santri, berikut pimpinan pondok telah kabur ke daerah pegunungan.

Selain kecolongan, polisi saat masuk ke pondok juga mendapati perlawanan lewat empat buah bom yang diletakkan santri di depan pintu gerbang dan dibawah jembatan depan Ponpes.

"Empat buah botol yang diduga bahan peledak memiliki kabel. Tiga diletakkan dibawah jembatan depan Ponpes, satu diletakkan di depan pintu gerbang Ponpes," beber Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Kombes I Ketut Yoga Ana, di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis sore (14/7).

Keempat bom berbentuk botol berhasil diamankan dan diledakkan anggota Gegana, yakni dengan meledakkannya. Sedangkan satu buah bom diamankan sebagai barang bukti. [wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA