"Namun begitu, orang-orang yang diseleksi Pansel ini haruslah orang-orang yang betul-betul memiliki integritas, independensi, dan kapabilitas. Dan mereka tidak tersandera oleh kepentingan kekuasaan dan Istana, kepentingan elit politik dan para koruptor," kata anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding kepada
Rakyat Merdeka Online, (Kamis, 23/6).
Apakah Anda menganggap ketiga orang itu dekat dengan Istana?"Saya tidak katakan mereka dekat dengan Istana. Tapi saya katakan biarlah masyarakat yang menilai, kita di Komisi III menerima masukan dari masyarakat tentang rekam jejak orang-orang yang diajukan nanti ke komisi III," jawabnya diplomatis.
Kalau ketiga orang itu yang lolos di Pansel Pimpinan KPK, apakah Hanura akan mendukung dan memilihnya?
"Saya kira Hanura akan mengeloborasi tentang rekam jejak orang yang dimaksud apakah memang layak atau tidak. Karena pimpinan sekarang ini sangat strategis, banyak kasus yang mendapat perhatian publik yang belum ditangani (secara tuntas). Seperti Century, IT KPU, kasus Gayus Tambunan. Ada dugaan dugaan itu melibatkan para elit kekuasaan, partai politik. Orang yang independen inilah yang bisa jadi pimpinan KPK," ujar politisi Hanura ini.
Meski begitu dia mengakui bahwa KPK saat ini, selepas ditinggal Antasari Azhar hanya sekadar wara-wiri. Meraka hanya menangani kasus-kasus kecil yang mestinya bisa ditangani Polsek atau Kejaksaan Negeri. Padahal, mestinya KPK menangani kasus korupsi yang merugikan kekuangan negara dengan jumlah besar.
"(Seperti) kasus korupsi di sektor Migas, perpajakan, kehutanan yang sampai triliunan. Itu sama sekali tidak tersentuh," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: