"Tidak ada," ujar Paulus, usai menjalani pemeriksaan penyidik KPK, di Gedung, Jakarta, (Senin, 23/5).
Keluar sekitar pukul 16.30 WIB, pria bermata sipit ini, memilih tak mau berlama-lama dengan para pewarta. Ia buru-buru berlari kecil menghindari pertanyaan wartawan.
Bahkan langkah Paulus bertambah cepat saat media televisi mulai menyorotkan kamera ke wajahnya. Paulus berjalan cepat dari depan lobby gedung hingga halte di depan gedung Jasa Raharja disamping kantor KPK.
"Sudah, sudah," pinta dia sambil menundukkan kepalanya yang meminta pewarta tidak lagi mengaitkan dirinya dengan kantor Andi Mallarangeng.
Hari ini, tim penyidik KPK memeriksa Paulus Iwo dalam kasus suap pembangunan wisma atlit di Jakabaring, Palembang. Paulus Iwo diketahui merupakan pengusaha kakap di bidang alat-alat olahraga. Perusahaan milikinya, PT Triofa Perkasa terbiasa menjadi rekanan Kemenpora dalam proyek-proyek pembangunan stadion baru di daerah.
Perusahaan Paulus menjadi perusahaan subkontraktor dibeberapa proyek persiapan penyelenggaraan Sea Games ke 26.
Kabar lain menyebut nama Paulus Iwo disebut-sebut sebagai salah seorang pengusaha yang masuk list Kemenpora untuk menyediakan dana talangan seperti PT Duta Graha Indah.
[arp]
BERITA TERKAIT: