SBY Bagian dari Korupsi karena Intervensi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 19 Mei 2011, 15:48 WIB
SBY Bagian dari Korupsi karena Intervensi
haris roesly moti
RMOL. Hal terparah dari penyelewengan kekuasaan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah mengembangbiakkan kekuasaannya untuk menyuburkan praktik korupsi.

Korupsi wisma atlet yang melibatkan kader binaan Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat, seperti Menteri Pemuda dan Olaharaga Andi Mallarangeng dan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin menjadi bukti untuk kesekiankalinya bahwa SBY memanfaatkan kekuasaannya hanya untuk menjarah aset negara.

"SBY presiden munafik. Presiden yang selalu menipu rakyat. Dia sering mengatakan perlunya pemberantasan korupsi, tapi di belakang dia melakukan intervensi," ujar Koordinator Petisi 28, Haris Roesly Moti di gedung KPK, Jakarta (Kamis 19/5).

Bukti intevensi SBY, sambung Moti, terlihat dari mengendapnya kejahatan korupsi kekuasaan seperti skandal bailout Century yang melibatkan Boediono dan Sri Mulyani, korupsi IT KPU yang diduga melibatkan elit Demokrat, hibah KRL Jepang yang diduga melibatkan Hatta Radjasa dan kroni istana, hingga kasus pembangunan bandara dan pelabuhan yang disebut di pengadilan melibatkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun.

Menurutnya, intervensi Istana-lah yang membuat KPK tumpul. Akibatnya, semua proses hukum kejahatan korupsi yang melibatkan lingkaran kekuasaan menggantung.

"Tidak ada tanda-tanda KPK membongkar kasusnya. Apalagi kalau bukan karena intervensi dari Istana. Karena ada campur tangan dari presiden SBY," katanya.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA