Korupsi wisma atlet yang melibatkan kader binaan Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat, seperti Menteri Pemuda dan Olaharaga Andi Mallarangeng dan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin menjadi bukti untuk kesekiankalinya bahwa SBY memanfaatkan kekuasaannya hanya untuk menjarah aset negara.
"SBY presiden munafik. Presiden yang selalu menipu rakyat. Dia sering mengatakan perlunya pemberantasan korupsi, tapi di belakang dia melakukan intervensi," ujar Koordinator Petisi 28, Haris Roesly Moti di gedung KPK, Jakarta (Kamis 19/5).
Bukti intevensi SBY, sambung Moti, terlihat dari mengendapnya kejahatan korupsi kekuasaan seperti skandal bailout Century yang melibatkan Boediono dan Sri Mulyani, korupsi IT KPU yang diduga melibatkan elit Demokrat, hibah KRL Jepang yang diduga melibatkan Hatta Radjasa dan kroni istana, hingga kasus pembangunan bandara dan pelabuhan yang disebut di pengadilan melibatkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun.
Menurutnya, intervensi Istana-lah yang membuat KPK tumpul. Akibatnya, semua proses hukum kejahatan korupsi yang melibatkan lingkaran kekuasaan menggantung.
"Tidak ada tanda-tanda KPK membongkar kasusnya. Apalagi kalau bukan karena intervensi dari Istana. Karena ada campur tangan dari presiden SBY," katanya.
[ald]
BERITA TERKAIT: