"Saya tidak mau terima karena profesionalitas Miranda. Alasan milih Miranda karena kami ingin BI bisa menjaga stabilitas moneter," beber Emir saat memberi kesaksian untuk Panda Nababan Cs di Pengadilan Tipikor, Jakarta (Rabu 17/5).
Selain itu, katanya lagi, dirinya juga pernah membuat catatan hitam diatas putih dengan sejumlah pihak dan tokoh untuk tidak menerima suap jauh hari sebelum Miranda terpilih.
"Waktu
fit and propertest saya didatangani pengamat dan NGO yang berjuang bersama pada1998. Ada Dradjad Wibowo, pak Anung Haryadi dan yang lainnya. Saya disodori kertas untuk tidak menerima suap," katanya.
[arp]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.