"Ini kemajuan besar yang harus diapresiasi," kata Kamaruddin kepada
Rakyat Merdeka Online, (Selasa malam 17/5)
Masih kata Kamaruddin, akan lebih baik jika Demokrat tidak memberikan pilihan bagi Nazaruddin.
"Kalau saya sebenarnya berpendapat jangan diberikan opsi lagi. Langsung saja dipecat kalau kode etik partai (Demokrat) sudah mengatur orang yang melanggar itu harus dipecat," katanya lagi.
Ini karena keterlibatan Nazaruddin dalam kasus suap Sesmenpora begitu nyata. Nazaruddin-lah yang mengendalikan Rosa. Bahkan Nazaruddin sudah menerima jatah sebesar Rp 25 miliar dari dari PT Duta Graha Indah.
[arp]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: