"Hal seperti itu biasa-biasa saja. Wajar-wajar saja," ujar Mahfud usai menghadiri acara Seputar Indonesia Award, di gedung RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, (Selasa, 17/5).
Tetapi, kata Mahfud, kesimpulan kekecewaan rakyat terhadap SBY yang lebih besar ketimbang terhadap Soeharto, sebagaimana dilansir oleh hasil survei Indo Barometer itu, haruslah dipahami pada konteksnya. Jangan kemudian langsung menjustifikasi reformasi sudah gagal menyejahterakan rakyat, dan Orde Baru yang sukses menyejahterakan rakyat.
"Jadi begini, semuanya harus dilihat dari konteksnya. Harus dilihat dari kebutuhannya. Kalau suveinya dilakukan 1999 pasti reformasi itu lebih baik. Soeharto tak ada apa-apanya. Kalau surveinya dilakukan sepuluh tahun ke depan pasti hasilnya juga berbeda. Rakyat akan melihat era sekarang lebih baik dibandingkan era Soeharto," katanya.
[arp]
BERITA TERKAIT: