KPK tak berani menyentuh Andi dan Nazaruddin dalam kasus suap pembangunan wisma atlit Palembang lantaran masih menunggu "angin politik" dari SBY sebagai
big bos Demokrat. Ya, KPK masih menunggu sinyal dari SBY.
"KPK masih mencari-cari 'angin' politik bertiup ke arah mana. KPK masih meraba-raba apakah SBY mendukung pemeriksaannya atau tidak," ujar Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki), Bunyamin Saiman kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 16/5).
Bunyamin sendiri menyayangkan sikap menunggu yang dilakukan KPK. Sebagai lembaga superbody, katanya, KPK seharusnya membuat terobosan dalam mengusut dugaan keterlibatan Andi dan Nazaruddin.
"Menunggu angin seperti itu salah besar. Harusnya KPK membuat angin sendiri. Kalau perlu bukan hanya angin biasa, tapi angin topan untuk memeriksa Andi dan Nazaruddin," katanya.
[ald]
BERITA TERKAIT: