"Aku ketawa saja. Ngapain aku tersinggung. Dia kan asal ngomong," kata Ruhut kepada
Rakyat Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 23/4).
Ruhut Sitompul mengaku dia lah sebenarnya kader Partai Golkar, bukan Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo. Ruhut membeberkan telah aktif di Partai Golkar sejak dari tingkat kecamatan lalu ke tingkat dua. Tak sampai itu, Ruhut juga dua periode menjadi pengurus Golkar untuk wilayah DKI Jakarta.
"Setelah itu aku jadi ketua lembaga cendikiawan DPP Golkar. Yang bicara ini kader Golkar selama 32 tahun. Bambang itu kan baru sekarang jadi pengurus di masa kepengurusan Ical," tegasnya.
Tak sampai di situ, Ruhut juga membeberkan prestasinya selama jadi Partai Golkar. Pada tahun 2004, terang Ruhut, rumput pun tahu yang memenangkan partai beringin pada pemilihan umum itu adalah dirinya. Saat itu itu dia menjadi maskot Golkar.
"Pernah nggak Bambang kausnya dicat kuning. Pernah nggak Bambang seperti Ruhut menjadi maskot Golkar. 2009 Ruhut nggak di Golkar. Partai mana yang menang, Partai Demokrat, yang diisi oleh penggembira Ruhut Sitompul," katanya menyindir.
Jurubicara Partai Demokrat itu juga mempertanyakan apakah Bambang ingat pada Pemilu tahun 2004. Pada tahun itu, Bambang tidak lolos ke Senayan. Dan Ruhut kampanye di daerah pemilihan Bambang Soesatyo tersebut.
"Kalau Ruhut tahun 2004 (pada pemilihan legislatif) mendapat suara terbanyak, lebih banyak dari Happy Bone Zulkarnaen. Tapi karena bukan menggunakan aturan suara terbanyak, yang masuk Happi Bone," katanya.
Ruhut juga membeberkan fakta lain. Katanya, hampir semua organisasi yang pernah dia ikuti pasti dimasuki Bamsoet. Terbukti di organisasi Pemuda Pancasila dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. "Cuman di HMI (Himpunan Mahasiwa Islam) kami yang beda," katanya sambil tertawa.
[zul]
BERITA TERKAIT: