Rico, salah seorang saudara Rosihan mengungkapkan, Rosihan masih sempat untuk sarapan pagi. Tak lama setelah itu, Rosihan pun kemudian mengalami sesak nafas. Saat itu katanya, suhu badan Rosihan sudah dingin.
"Jadi kalau bisa dibilang sudah meninggalkan kami," katanya kepada
TVOne pagi ini.
Tapi untuk memastikan, keluarga membawa almarhum ke RS MMC. Tiba di rumah sakit, pihak rumah sakit pun menkonfirmasi perasaan keluarga. Saat ini, almarhum masih di RS MMC.
Rico menambahkan, kemarin almarhum yang pernah mendapat penghargaan
Life Time Achievement dari
Rakyat Merdeka Online itu masih berobat ke RS Harapan Kita. Setelah berobat, ungkapnya, Rosihan tampak segar. Meski, segar dalam konteks seseorang yang sudah sepuh.
Rosihan Anwar lahir di Kubang Nan Dua, Solok, Sumatera Barat, 10 Mei 1922. Rosihan menyusul istrinya, Siti Zuraida yang meninggal pada 5 September 2010, tahun lalu.
Berikut karir jurnalistik Rosihan.
Reporter Asia Raya, (1943-1945)
Redaktur harian Merdeka, (1945-1946)
Pendiri/Pemred majalah Siasat (1947-1957)
Pendiri/Pemred harian Pedoman, (1948-1961)
Pendiri Perfini (1950)
Kolumnis Business News, (1963 -- sekarang)
Kolumnis Kompas, KAMI, AB (1966-1968)
Koresponden harian The Age, Melbourne, harian Hindustan Times New Delhi, Kantor Berita World Forum Features, London, mingguan Asian, Hong Kong (1967-1971)
Pemred harian Pedoman, (1968-1974)
Koresponden The Straits, Singapura dan New Straits Times, Kuala Lumpur (1976-1985)
Wartawan Freelance (1974 -sekarang)
Kolumnis Asiaweek, Hong Kong (1976 -sekarang)
Ketua Umum PWI Pusat (1970-1973)
Ketua Pembina PWI Pusat (1973-1978)
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat (1983-sekarang).
[zul]
BERITA TERKAIT: