Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani memaklumi bila pengirim paket buku yang diantar ke Kantor Berita Radio 68-H di Utan Kayu; rumah Ketua Umum Partai Patriot Japto Surjosumarmo, serta di rumah musisi Ahmad Dhani, belum bisa ditemukan.
"Tapi untuk ke kantor Gorries Merre (Badan Narkotika Nasional) sulit diterima akal, kenapa hingga kini belum ditemukan. Padahal disitu kan ada CCTV," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 11/4).
Politisi PPP ini mempertanyakan kemampuan Polri selama ini yang mampu menumpas terorisme dalam waktu dekat. Tapi, untuk kasus bom buku yang sudah hampir sebulan belun juga menemukan hasilnya. Padahal sebelumnya, Polri telah membuat sketsa pelaku.
Kalau tak segera membongkar siapa pelaku dan motif bom buku itu, katanya, jangan salahkan bila masyarakat beranggapan bahwa bom buku itu memang merupakan operasi intelijen untuk tujuan tertentu. "Tujuannya bisa macam-macam, ya bisa untuk alihkan isu. Kan kemarin itu bertepatan dengan isu
WikiLeaks. Makanya Polri harus segera mengungkapnya," tegas politisi vokal ini.
[zul]