Eva Sundari: Pak SBY Harusnya Malu Dikritik Terus oleh Masyarakat Internasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 31 Maret 2011, 09:31 WIB
Eva Sundari: Pak SBY Harusnya Malu Dikritik Terus oleh Masyarakat Internasional
eva sundari/ist
RMOL. Kritik yang ditulis Kelley Currie di Wall Street Journal edisi Asia kemarin (Rabu, 30/3), adalah pertanda bahwa betapa gerahnya masyarakat Internasional terhadap isu Hak Asasi Manusia yang tidak bisa diatasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Salah satu contoh yang diangkat peneliti Institut Project 2049 di Washington soal kekerasan yang dialami oleh warga Ahmadiyah. Sebelumnya Kongres Amerika Serikat juga sudah melayangkan surat protes kepada Presiden SBY tentang penanganan warga Ahmadiyah.

"Aku melihatnya isu ini sudah membuat gerah rasa kemanusiaan dari masyarakat internasional. Dan Amerika itu kan yang kesekian kali, setelah Amensti Internasional, dan ada beberapa masyarakat internasional yang lain baru Kongres bersuara," kata politisi PDI Perjuangan, Eva Sundari, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 31/3).

Dengan adanya berbagai kritik itu, menurutnya, mestinya Presiden SBY malu dan mau berbenah dalam menangani persoalan HAM salah satunya memperhatikan warga Ahmadiyah itu. Tapi dia pesimis, SBY akan melakukan itu.

"Tapi tampaknya Pak SBY terlalu asik dengan diri sendiri karena sudah berada comfort zone sehingga tugas negara atau kepemimpinan beliau untuk melindungi tidak dipedulikan sama dia. Kemudian dimanfaatkan oleh anak buahnya yang tidak punya ketegasan sikap," tegas anggota Komisi III DPR ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA