"Tentara
itu, dari ujung jari sampai ujung rambut, darahnya sudah darah
intelijen," kata mantan Direktur Bakin (sekarang BIN), AC Manullang, dalam diskusi, "Quo
Vadis RUU Intelijen" di Pressroom gedung DPR, Jakarta (Jumat, 18/3).
AC
Manulang menegaskan bahwa
ketaatan dan pengabdian intelijen hanya kepada negara. Karena itu
kebeperpihakan intelijen bukan pada ideologi politik maupun pemerintah.
"Karena itu, intelijen bisa menjatukan presiden," demikian AC Manulang.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: