Mahasiswa Sepakat Pemerintahan SBY-Boediono Harus Berakhir Saat Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 14 Januari 2011, 17:16 WIB
Mahasiswa Sepakat Pemerintahan SBY-Boediono Harus Berakhir Saat Ini
presiden sby/ist
RMOL. Kelompok mahasiswa tidak mau disebut hanya diam pada saat para tokoh bangsa lintas agama bersuara keras menegaskan, bahwa pemerintah telah membuat banyak kebohongan.

"Sebetulnya sudah berulang kali kita suarakan itu. Kita malah sudah sampai pada kesimpulan rezim ini harus berakhir (saat ini). Tapi kita bersyukur para tokoh itu bersuara tegas terhadap pemerintah," ujar Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ton Abdillah Has.

Ton mengatakan hal tersebut kepada wartawan di sela-sela acara Lokakarya Nasional IMM dengan tema Peneguhan Jati Diri Bangsa untuk Indonesia Bermartabat dan Berdaulat di Medan, Sumatera Utara, hari ini (Jumat, 14/1).

Mahasiswa sampai kesimpulan bahwa pemerintahan SBY-Boediono cukup sampai hari ini, karena dua hal. Pertama, proses pelaksanaan Pemilihan Umum 2009 lalu tidak adil dan tidak demokratis. Hal ini tercermin dari kisruh penetapan daftar pemilih tetap dan korupsi pengadaan IT KPU.

"Kedua, otomatis produknya tidak menghasilkan apa-apa. Yang terjadi sekarang ini kekayaan alam kita dikeruk, utang makin besar, subsidi dicabut," ungkap Ton.

Tak sampai disitu, lanjut Ton, rezim ini juga tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus yang selama ini sudah menjadi sorotan publik. Seperti kasus bailout Bank Cenruty dan mafia pajak Gayus Tambunan. "Padahal itu sudah sangat telanjang, DPR sudah memutuskan Century bermasalah," tegasnya.

Mahasiswa, kata Ton, saat ini terus menggelar konsolidasi untuk turun ke jalan, kemungkinan pada akhir bulan ini atau pada awal bulan depan. Kekuatan mahasiswa, masih kata Ton, tetap solid dan terjaga karena sebelumya sudah kerap menggelar aksi bersama.

Mulai dari dari menjelang pelantikan SBY-Boediono, pada saat pimpinan KPK dikriminalisasi, pembacaan sidang paripurna DPR tentang Centurygate, 100 hari SBY-Boediono, dan satu tahun SBY-Boediono. "Dan sekarang gerakan mahasiwa masih terjaga sampai kini," tambahnya.

Meski begitu, Ton menampik mahasiwa tidak turun ke jalan mengkritisi pemerintahan. Ton mencontohkan, penolakan mahasiwa atas kedatangan Boediono di Kampus UIN Ciputat, Tangerang Selatan dan kunjungan Boediono ke Ende, Nusa Tenggara Timur. Terakhir mahasiwa juga turun menolak SBY di Surabaya.

"Itu gerakan mahasiswa dari HMI, LMND, IMM dan gerakan lainnya yang tidak diinstruksikan dari pusat. Jadi kita tetap bergerak," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA