Hal ini berbeda dengan Wakil Presiden Boediono yang menilai target pertumbuhan ekonomi tahun 2011 yang dipatok itu terlalu rendah. Boediono yakin, pertumbuhan ekonomi mencapai 7-8 persen, karena memahami kondisi perekonomian global.
"Saya pikir begini, SBY mencoba membaca lebih realistis kondisi ekonomi. Boediono lebih memahami kondisi global, yang memang mulai tumbuh. Itu akan ikut mendongkrak ekonomi kita," ujar penulis buku Akrobat Pembangunan Dahnil Anzar Simanjuntak sesaat lalu, usai peluncuran bukunya di Modern Land Tangerang (Selasa, 11/1).
Ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini lebih sepakat dengan Boediono. Karena memang, diprediksi pada tahun 2011 ini investor akan meninggalkan Brazil, India, dan China.
"Seperti diberitakan
The Economics, pada tahun 2011 dan 2012 investor mulai melirik Indonesia. (Target Boediono) bisa jadi (tercapai). Tapi kan itu hanya dalam bentuk
hot money," katanya.
[zul]