Karena itu, Kepolisian Republik Indonesia dan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum diminta untuk membeberkan kemana saja, untuk kepentingan apa Gayus Tambunan kelaur masuk Rutan sebanyak 68 kali.
Hal itu dikatakan anggota Komisi III DPR Nudirman Munir kepada
Rakyat Merdeka Online menanggapi Gayus Tambunan yang pergi ke Singapura, Makau, dan Kuala Lumpur pada September dan Oktober lalu. Kepergian Gayus ketiga negara itu sebelum dia pergi ke Bali.
"Ini perlu klarifikasi, kemana saja dia 68 kali itu. Nggak mungkin Satgas nggak tahu cerita ini. Pada sidang paripurna DPR pertama kali ini juga kami akan meminta Kapolri untuk mengklarifkasi ini," lanjut politisi Golkar tersebut sesaat lalu (Senin, 10/1).
Nudirman mengatakan itu untuk mengetahui, apakah kepergian Gayus Tambunan ketiga negara tersebut merupakan bagian dari 68 kali itu atau di luar itu. Karena kalau itu bagian dari 68 kali, kepergian Gayus Tambunan ketiga negara itu mestinya tidak heboh, bila diungkap sejak awal.
"Memang tidak sesederhana itu. Menurut saya, sudah ada agenda khusus dari awal dimana Satgas menemui Gayus di Singapura. Saya tidak yakin itu kebetulan. Nggak mungkin, ini sudah direncanakan sejak jauh hari," tuding Nudirman.
[zul]