Di samping sangat
premature, wacana ini juga dinilai sangat menyakiti rakyat, karena para politisi kelihatannya hanya sibuk memikirkan kekuasaan semata dan melupakan tanggung jawabnya untuk menyejahterakan rakyat.
"Menurut saya, sudah sepantasnya wacana ini digulirkan setelah Pemilu legislatif usai dilaksanakan pada 2014 yang akan datang," tegas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay hari ini (Rabu, 5/1).
Saleh juga menyoroti wacana perpecahan di tubuh Sekretariat Gabungan partai pendukung pemerintah. Menurutnya, isu perpecahan Setgab SBY ini juga tidak penting untuk dibesar-besarkan ke publik.
Pasalnya, urusan Setgab SBY adalah urusan yang berkaitan dengan politisi. Apalagi, sebagian anggota koalisi jelas-jelas menyebut adanya ketimpangan di Setgab SBY, karena kepentingan partainya tidak terakomodir.
"Pada titik ini, Setgab dan anggotanya terlihat belum berpihak pada kepentingan rakyat. Setgab malah cenderung berpihak pada kepentingan partai para pendukungnya," lanjut Saleh.
Karena itu, memasuki tahun 2011, Pemuda Muhammadiyah mengajak semua politisi bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia.
"Mereka (politisi) butuh aksi, bukan hanya janji dan mimpi-mimpi. Andaikan para politisi mampu merealisasikan 50 persen saja dari janji-janjinya, maka kepercayaan rakyat terhadap para politisi masih akan tetap bisa dipertahankan," demikian Saleh.
[zul]