Permintaan itu disampaikan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ketika bertemu dengan komisioner baru KY di Gedung KY, Jalan Kramat Jati, Jakarta Pusat, kemarin (Selasa, 21/12).
Hadir dalam pertemuan itu lima komisioner baru, yakni Ibrahim, Imam Anshori, Jaja Ahmad Jayus, Eman SuÂparÂman, dan TaufiÂqurrahÂman SyaÂhuti. Dua komisioner KY yang tidak hadir adalah Abbas Sayid dan SuparÂman Marzuki. Dalam kunjungan itu tadinya pengurus PP Pusat Muhammadiyah ingin bertemu dengan mantan Ketua KY Busyro Muqoddas yang kini memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Wakil Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Teguh Santosa, yang dihubungi beberapa saat lalu (Rabu, 22/12), dalam kunjungan itu pihaknya meminta agar KY mempertahankan tradisi baik di KY yang ditinggalkan Busyro Muqoddas.
“Kami meminta agar tradisi baik yang ditinggalkan Pak Busyro dipelihara, sehingga KY akan tetap menjadi lembaga yang bermartabat,†ujar Teguh.
Khusus mengenai Ketua KY, Teguh mengatakan, Komisioner KY harus ekstra hati-hati memilih Ketua KY. Apalagi ketujuh komisioner KY memiliki latar belakang yang beragam.
“Ada yang dikenal sebagai pejabat lembaga peradilan yang kontroversial dan memiliki banyak masalah dan pernah dilaporkan ke KY pada periode sebelumnya. Ada juga yang dikenal sebagai cendekia yang memiliki kredibilitas tinggi. Jadi harus hati-hati agar tidak salah pilih,†demikian Teguh. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: