Namun, partai berlambang kepala banteng ini baru mau berkomunikasi secara intensif setelah tiga partai itu meninggalkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
"Tapi kami sampaikan, ok kami mau bicara lebih detil, (tapi) mau enggak
you mundur dari kabinet? Supaya kita enak ngomongnya, nah ketahuan dia," ujar Tjahjo di gedung DPR, Jakarta (Rabu, 22/12).
Saat ditanya partai apa saja yang meminta membangun komunikasi tersebutr, Ketua Fraksi PDI Perjuangan enggan membeberkan.
"Tidak etis. Ya (partai) di kabinet itu mengajak. Membangun komunikasi ok, tapi kalau sudah strategis 2014 untuk rangka Pilpres ya tinggalkan dulu dong. Jangan kaki kiri di sana, kaki kanan mau sama-sama dengan kita. Enak disitu," katanya lagi.
Meski begitu, lanjut Tjahjo, partainya telah rutin mengadakan pertemuan dengan tiga partai tersebut. Tapi, buru-buru ia menambahkan, PDI Perjuangan sebenarnya juga rutin berkomunikasi dengan semua fraksi.
"Termasuk dengan Demokrat pun kita ketemu rutin. Tapi dengan Demokrat jelas, kita hanya bicara masalah Jogja, RUU Parpol, Pemilu, yang lain enggak," aku dia.
[zul]