Diberitakan, Rommy, panggilan Romahurmuzy, menilai Partai Demokrat selaku pemimpin koalisi masih tertutup dan tidak jujur dalam menjalin komunikasi dengan lima partai lainnya. Selanjutnya, mayoritas keputusan penting hanya diputuskan oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar.
Syarief menegaskan, tidak ada ketertutupan di Setgab. Adanya Setgab jutru membuat komunikasi yang positif dan dinamis, baik itu antara pimpinan Parpol maupun fraksi-fraksi di DPR dengan pemerintah.
"Saya sudah komunikasi langsung dengan Romy, dia mengatakan pernyataan yang di beritakan di media banyak yang tidak sesuai dan di luar konteks. Saat ini, kata dia, Rommy sedang berada di Mekkah untuk melaksanakan ibadah Umrah," Syarief kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Sebut Syarief, Rommy juga menegaskan bahwa tidak ada perpecahan di Setgab. Soal perbedaan pendapat itu hal biasa, tapi bukan soal ketertutupan. Adanya Setgab, justru merupakan terobosan baru pola komunikasi politik yang efektif.
"Setgab justru menimbulkan implikasi politik bagi demokrasi di Indonesia. Pertemuan-pertemuan rutin antar pimpinan parpol dan juga pimpinan fraksi di DPR yang tergabung dalam Setgab memberikan nuansa baru buat pemerintah. Persoalan-persoalan yang terkait dengan perbedaan antara partai politik dengan adanya Setgab bisa dicarikan jalan tengah.â€
Kata dia, Partai yang tergabung dalam Setgab (Demokrat, Golkar, PKS, PAN, PKB dan PPP) komit mendukung kebijakan pemerintah. Soal perbedaan pandangan dalam rapat-rapat, itu hal biasa, namun akhirnya semua dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah.
[zul]