Pemuda Muhammadiyah semakin menuntut
Suara Islam meminta maaf karena sudah ada keterangan dari Dewan Pers bahwa ada bagian-bagian dari pemberitaan edisi 19 November-3 Desember itu yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik. Meski, ini baru indikasi awal.
"Dan Pemuda Muhammadiyah tahu persis bahwa Buya Syafii adalah sangat santun, pemaaf dan kalau kalau mereka meminta maaf, saya yakin masalah akan selesai. Apalagi, alangkah indahnya, sesama muslim saling memaafkan. Karena itu siapa yang merasa bersalah, tentu harus mau minta maaf," ujar Ketua Umum Pemuda Muhammadyah, Saleh Partaonan Daulay kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 17/12).
Saleh melanjutkan, meskipun,
Suara Islam meminta maaf, bukan berarti hal ini akan mengurangi atau menurunkan martabat mereka
Suara Islam sebagai media. Malah justru, sebaliknya tegas Saleh. Karena, 'gugatan' Syafii Maarif itu,
Suara Islam semakin dikenal di masyarakat luas. "Jadi mereka sudah mendapat keuntungan dari kasus ini. Makanya, ya minta maaf lah," katanya lagi.
[zul]