Siang ini, Dewan Pers meminta keterangan dari kubu Syafii. Kuasa hukum Syafii Maarif, Todung Mulya Lubis mengatakan, pihaknya memang sedang mencari titik temu yang terbaik untuk kedua belah pihak. Namun, dia tetap menuntut
Suara Islam karena kliennya tetap menolak pemberitaan
Suara Islam tersebut.
"Kami meminta
Suara Islam mencabut pemberitaan itu dan meminta maaf secara terbuka. Kita akan berdialog dengan
Suara Islam bagaimana jalan keluarnya. Memang ada opsi hak jawab dan minta maaf. Tapi bagaimana pun juga pers harus akuntabel," jelas Todung usai bertemu Dewan Pers di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat (Kamis, 16/12).
Todung sendiri sangat menyayangkan pemberitaan
Suara Islam tersebut. Karena
Suara Islam tidak memferivikasi sumber berita lainnya. Dia mengakui, pihak Syafii telah membalas pesan singkat dari
Suara Islam sebelumnya.
"Dan itu jelas itu (SMS) sudah ada pembantahan dari Syafii Maarif. Kenapa berita itu masih muncul. Memang kita baca di media Syafii Maarif menolak diwawancarai itu betul. Kenapa, karena dia menganggap sudah menolak isu itu dan berasumsi tidak ada lagi," tegas Todung.
[zul]