Jangan karena Kepentingan Politik, Rakyat Jogja Jadi Marah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 15 Desember 2010, 09:06 WIB
Jangan karena Kepentingan Politik, Rakyat Jogja Jadi Marah
RMOL. Publik saat ini bertanya-tanya kenapa pemerintah begitu ngotot ingin menerapkan sistem pemilihan secara demokratis dalam penentuan siapa yang akan jadi gubernur dan wakil gubenur Jogjakarta.

"Saya juga sedang mencermati kenapa kira-kira pemerintah bersikeras untuk menyamakan DIY dengan daerah lain," kata Ketua Umum Pemuda Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 15/12).

Saleh mengaku belum mengetahui persis alasan kengototan pemerintah itu. Tapi dia menduga ada kepentingan politis di balik ini semua. Karena itu, dia mengingatkan jangan sampai kepentingan politis menimbulkan kekecewaan yang meluas di masyarakat Jogja.

"Kelihatannya ada motif politik. Tapi jangan sampai motif itu menimbulkan kemarahan bagi warga Jogja," harap dia.

Sri Sultan HB X sendiri, dia yakin, tidak kuatir bila diterapkan sistem pemilihan.   Masalahnya, ada perjanjian antara Indonesia dan Jogja yang menyatakan Jogja mendapatkan keistimewaan. "Dan ini juga diamini oleh banyak politisi," tandas Saleh. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA