"Saya juga sedang mencermati kenapa kira-kira pemerintah bersikeras untuk menyamakan DIY dengan daerah lain," kata Ketua Umum Pemuda Saleh Partaonan Daulay kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 15/12).
Saleh mengaku belum mengetahui persis alasan kengototan pemerintah itu. Tapi dia menduga ada kepentingan politis di balik ini semua. Karena itu, dia mengingatkan jangan sampai kepentingan politis menimbulkan kekecewaan yang meluas di masyarakat Jogja.
"Kelihatannya ada motif politik. Tapi jangan sampai motif itu menimbulkan kemarahan bagi warga Jogja," harap dia.
Sri Sultan HB X sendiri, dia yakin, tidak kuatir bila diterapkan sistem pemilihan. Masalahnya, ada perjanjian antara Indonesia dan Jogja yang menyatakan Jogja mendapatkan keistimewaan. "Dan ini juga diamini oleh banyak politisi," tandas Saleh.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.