RUU JOGJAKARTA

Tinggalkan Demokrat Karena Keistimewaan, Bukti Adik Sultan Berfikir Sempit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 09 Desember 2010, 09:28 WIB
Tinggalkan Demokrat Karena Keistimewaan, Bukti Adik Sultan Berfikir Sempit
iberamsyah/ist
RMOL. Keputusan Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo keluar dari Partai Demokrat membuktikan bahwa adik Sri Sultan HB X itu hanya memikirkan kelompoknya semata.

Karena, dia keluar dari partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono itu hanya karena 'keistimewaan' Jogja diganggu. Padahal, banyak yang pihak yang menilai SBY gagal dalam menyejahterakan rakyat Indonesia selama memimpin. Tapi itu tidak dijadikan alasan oleh Prabukusumo untuk mengundurkan diri.

"Karena (persoalan-persoalan) itu tidak menyangkut harga diri mereka. Kalau bagaimana Sultan itu dihinakan, bagaimana gubernur itu dipilih, itu kan harga diri," ujar pengamat politik Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 9/12).

Karena itu, guru besar ilmu politik Universitas Indonesia ini berkesimpulan, bahwa adik Sultan itu masih berfikir feodal dan memberontak hanya karena kepentingan kelompoknya 'diganggu'. "Mau tidak mau, kan mereka itu masih berfikir kelompok, karena mereka kan masih feodal. Kalau dari sisi feodal jujur saja, masyarakat Jogja itu masih feodal," tegas dia. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA