"Itu (
reshuffle) wilayah Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono)," elak Hatta saat dimintai tanggapan kemarin petang di gedung DPR, Jakarta.
Hatta lagi-lagi tak mau komentar meski saat dikonfirmasi bahwa jika pun ada
reshuffle, seperti dikatakan Anas, hal itu dimaksud untuk menguatkan koalisi dan meningkatkan produktivitas pemerintah. "Saya tidak mau bertapi-tapi," elaknya.
Meski, dia mengakui, bahwa partai yang berkoalisi harus bekerja secara efektif. "Orang berkoalisi ya harus efektf. Namanya berkoalisi," ungkap dia.
Partai Koalisi sering mengalami perbedaan ketika membuat satu kesepakatan. Terakhir, pada saat pemilihan Ketua KPK, koalisi juga tidak solid. Saat ditanya apakah perlu penguatan koalisi, Menteri Koordinator Perekonomian ini lagi-lagi menolak menanggapi.
"Saya Menteri (Koordinator) Perekonomian, bukan menteri koalisi. Cukup itu saja," katanya sambil berusaha menghindari wartawan.
[zul]