Dahnil: Investasi Gagal Serap Tenaga Kerja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 01 Desember 2010, 21:31 WIB
RMOL. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun ini mempublikasikan angka pengangguran terbuka Indonesia sebesar 7,14 persen atau sekitar 8,32 juta orang.

Jika dibandingkan pada bulan Agustus tahun 2009, dengan kisaran 7,87 persen dan Februari 2010, sekitar 7,41 persen, angka ini menunjukkan penurunan.

Meski mengalami penurunan, fakta ini menunjukkan kebanyakan masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal. Yakni, 66,94 persen atau sekitar 72,4 juta orang. Sedangkan, mereka yang bekerja pada sektor formal adalah 44,06 persen atau sekitar 35,8 juta orang.

Demikian diungkapkan Dahnil Anzar, ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, kepada Rakyat Merdeka Online, hari ini (Rabu, 1/12).

Banyaknya pekerja di sektor informal, menurut Dahnil membuktikan, kualitas pertumbuhan ekonomi kita rendah. Karena, kata dia, pertumbuhan ekonomi kita tidak mampu menyerap tenaga kerja di sektor formal secara maksimal.

Menurut Dahnil, banyaknya angkatan kerja yang masuk di sektor informal dalam jangka panjang akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, kata dia, fakta tersebut membuktikan investasi belum mampu mendorong penyerapan terhadap tenaga kerja.

Oleh sebab itulah, maka menurut Dahnil, dibutuhkan stimulus yang lebih besar dari pemerintah melalui APBN 2011. Khususnya untuk infrastruktur. [kgi]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA