Hal ini sebagai buntut terkuaknya terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan yang sering keluar masuk. "Dari situ lah kita mengambil hikmah, harus memperbaiki sistem pengamanan yang ada," ujar Kabareskrim Ito Sumardi kepada
Rakyat Merdeka Online."Makanya sekarang upaya saya, disana kita pasang CCTV. Tidak semua orang bisa masuk, karena kami menggunakan alat pemindai sidik jari (Fingerprint) untuk bisa membuka pintu," sambungnya.
Selain itu, semua petugas Rutan yang ada saat ini juga diganti. Termasuk Mabes Polri akan menempatkan provost di Rutan Mako Brimob. Polri, ujar Komjen Ito juga akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan. Karena Gayus merupakan tahanan titipan Kejaksaan
"Kami akan koordinasi dengan Kejaksaan, mungkin ditaruk saja (Gayus) di LP (Lembaga Pemasyarakatan)," imbuh Ito.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.