Soal Lebaran Idul Adha, PKS Ikut Kebijakan Lokal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 15 November 2010, 09:13 WIB
Soal Lebaran Idul Adha, PKS Ikut Kebijakan Lokal
RMOL. Partai Keadilan Sejahtera akan merayakan hari raya Idhul Adha pada Rabu besok (17/11). Dalam hal ini PKS mengikuti kebijakan pemerintah.

"Kami ikut pemerintah. Secara resmi PKS ikut pemerintah. Kami ikut kebijakan lokal," ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 15/11).

Meski Lutfhi mengakui hari ini jamaah haji akan melaksanakan wukuf di padang arafah, Makkah, Arab Saudi yang berarti hari raya Idhul Adha jatuh pada Selasa untuk wilayah Arab Saudi.

Meski demikian, dia menegaskan PKS tidak akan mengahalangi kadernya yang akan melaksanakan shalat Idul Adha besok (Selasa, 15/11). Karena masalah ibadah, katanya, adalah soal kepuasan personal yang berhak untuk menentukan pilihan.

Bukan kah selama ini PKS selalu mengikuti waktu Arab Saudi dalam hal Idul Idha atau juga Idul Fitri? "Sebenarnya itu bukan kebijakan resmi," jawabnya.

Saat ditanya apakah penentuan hari raya Idul Adha besok itu karena PKS juga bagian dari pemerintah, Luthfi menampik. Secara official dari dulu PKS selalu mengikuti kebijakan lokal-pemerintah.

"PKS belum pernah secara resmi mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan kebijakan lokal. Ulama-ulama PKS pun ikut terlibat dalam tim Depag menentukan isbat kapan tanggal 1 (bulan haji atau dzul hijjah), kapan hari Arafahnya. Kita ikut di pemerintah, melalui Depag," ungkapnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA