Tapi peristiwa itu sebenarnya tidak luar biasa. Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Klinik Hukum Merdeka, Bennie Akbar Fatah, kepada
Rakyat Merdeka Online, Jumat (12/11) menyikapi peristiwa itu.
"Kalau peristiwa seperti itu sudah biasa. Banyak napi berkantong tebal yang bisa keluar selnya seenaknya karena bermain uang dengan petugas. Begitu juga di Mako Brimob dan kebetulan yang menjadi tokoh saat ini adalah Gayus Tambunan sehingga menjadi luar biasa," kata Bennie.
Atas peristiwa itu, tegasnya hanya semakin mempertebal keyakinan masyarakat betapa bobroknya mental aparat penegak hukum, terutama oknum polisi.
Terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan mengaku keluar dari rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua untuk berobat pada Jumat lalu.
Namun, kuasa hukumnya, Adnan Buyung Nasution, menyangkal kliennya sempat pula pergi ke Bali untuk menonton langsung turnamen tenis internasional.
[ald]