Satu dari empat mesin pesawat itu mati saat melintas di wilayah udara Indonesia. Belum ada laporan apakah peristiwa ini ada kaitannya dengan letusan Gunung Berapi di Jogjakarta.
Tidak ada penumpang yang terluka dalam kejadiaan itu. Beberapa penumpang mendengarkan dua ledakan dan menyaksikan sayap kuning di salah satu sayap.
Rosemary Hegardy, 60, dari Sydney, kepada
AP mengatakan, "Anda bisa melihat benda hitam terlempar di antara asap. Seperti pecahan."
A380 berlantai dua adalah pesawat terbesar di dunia yang mulai mengudara tiga tahun lalu. Qantas memiliki enam A380.
Namun demikian CEO Qantas, Alan Joyce membantah pendaratan darurat dilakukan karena ada mesin yang meledak.
[guh]
BERITA TERKAIT: