Karena itu, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah terpilih, Salah Partaonan Daulay, menyerukan, bila SBY dinilai gagal dalam mensejahterakan rakyat, maka hukumlah SBY pada saat pemilihan umum mendatang.
"Kalau mau menghukum pada saat Pemliu yang akan datang. Kita hukum dengan tidak memilih partainya, misalnya. Kalau jatuhkan sekarang tidak konstitusional. Tapi kritik tetap harus diberikan. Karena itu juga penting agar pemerintah tahu," ujar Saleh kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 31/10).
Meski demikian, Saleh tetap mengapresiasi adanya tuntutan sebagian mahasiswa bahwa SBY harus turun saat ini karena mereka nilai gagal. Menurutnya, sikap itu menunjukkan idealisme mahasiwa masih tetap terjaga atau tidak bisa dibeli.
Dalam menilai kinerja pemerintahan yang ada saat ini, Saleh mengajak semua pihak untuk melihat dari dua perpektif. Betul bahwa ada kekurangan, tapi juga harus dilihat sisi kelebihannya.
"Misalnya, dalam hal perkembangan ekonomi. Banyak negara yang berdecak kagum pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tapi itu kan secara makro. Makanya, kami minta pemerintah untuk memperhatikan sektor mikro, tidak hanya pada tataran retorika tapi pada tataran substansial," ujarnya.
Sedangkan untuk kelebihan, dia menambahkan, pemerintah saat ini telah memberikan kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Masyarakat yang mengkritik pemerintah tidak dilarang dengan syarat tidak anarkis.
[zul]
BERITA TERKAIT: