Mas Penewu Suraksohargo yang akrab dipanggil Mbah Marijan itu ditemukan meninggal dunia dalam posisi sujud di kamar rumahnya.
Mbah Maridjan, sebagaimana janjinya, tetap tidak akan mau meninggalkan area gunung Merapi, meski dia akhirnya meregang nyawa di tempat dimana ia dipercaya sebagai juru kunci.
Amanah juru kunci Gunung Merapi dia peroleh dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Karena Mbah Maridjan sendiri juga merupakan seorang abdi dalem keraton Jogjakarta, yang bertugas sebagai juru kunci Gunung Merapi.
Sebelum menjabat sebagai juru kunci sejak tahun 1982, pria kelahiran tahun 1927 di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman pada mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada tahun 1970.
Sebab itu, setiap Gunung Merapi akan meletus, warga setempat selalu menunggu komando dari beliau apakah akan mengungsi atau tidak. Mbah Maridjan mulai terkenal luas pada tahun 2006 lalu.
Pada tahun itu, Mbah Maridjan tetap bertahan di area gunung Merapi Gunung. Karena dia yakin, gunung Merapi tidak akan meletus. Dan itu ternyata betul. Mbah Maridjan pun lalu terkenal dengan keberaniannya itu.
[zul]
BERITA TERKAIT: