Hasil survei itu membeberkan, bahwa lebih dari 50 persen publik di perkotaan tidak puas dengan kinerja Wakil Presiden Boediono. Bahkan, Boediono dinilai membuat pemerintahan berjalan lamban.
"Mengenai Pak Boediono, apa pun hasil survei itu, kita tahu bahwa dia itu orang yang bersih, profesional. Kami sangat menghormati dia. Tapi kalau diganggu terus, bagaimana dia mau fokus membantu Presiden," ujar Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 21/10).
Ruhut mengatakan itu terkait banyaknya kritik dari publik dan partai politik kepada Boediono dalam kasus
bailout Bank Century, pada saat Panitia Khusus Centurygate masih bekerja. Kata Ruhut, pada waktu itu, bahkan tidak jarang para politisi memintanya untuk non aktif. Padahal, sebut Ruhut, Boediono tidak bersalah.
"Masih ada waktu empat tahun lagi. Mari kita hormati hasil Pemilu. Makanya, jangan diganggu lagi biar fokus bekerja. Bisa saja nanti respons masyarakat akan naik," ujar Ruhut.
[zul]
BERITA TERKAIT: