Penolakan itu, menurut Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace di Asia Tenggara, Bustar Maitar, penolakan itu semestinya tidak dilakukan. Toh, Rainbow Warriors pernah berkunjung ke Indonesia dan bekerjasama dengan beberapa pihak di Indonesia, termasuk TNI.
“Kami sangat kecewa atas keputusan pemerintah Indonesia. Apalagi ini bukan pertama kali Rainbow Warriors mengunjungi Indonesia,†katanya Selasa malam (19/10).
“Rainbow Warriors juga pernah membantu korban tsunami di Aceh (tahun 2004), dan berpartisipasi pada konferensi perubahan iklim di Bali (tahun 2007). Jadi (penolakan) ini sangat menyedihkan sekali,†sambungnya.
Dia mengatakan, kapal yang memiliki kru sebanyak 15 orang itu hanya bertugas mengkampanyekan penyelamatan lingkungan dan tidak memiliki maksud lain. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.