Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai menjelaskan, hujan turun sejak Agustus sangat tinggi. Apalagi dalam seminggu sebelum banjir bandang terjadi. "12 jam sebelum kejadian, hujan sangat tinggi. Itu yang jadi penyebab banjir bandang," ujar Velix dalam diskusi di Warung Daun Jakarta Pusat pagi ini (Sabtu, 9/10).
Velix mengatakan akibat banjir bandang itu, air bersih jadi persoalan. Karena terputusnya jaringan air bersih. Selain itu juga masalah pengobatan. Akibatnya, untuk luka ringan dan sedang yang diderita korban hanya dijahit dengan peralatan seadanya. Sedangkan, untuk warga yang mengalami luka berat barulah dibawa ke Nabire atau ke Monokwari.
Masalah selanjutnya adalah soal sarana transportasi. Bandara udara lumpuh total selama tiga hari pasca banjir. Akibatnya, untuk menyalurkan bantuan menggunakan heli kopter. Velix menambahkan, untuk pelabuhan memang tidak masalah. Tapi akses jalan menuju pelabuhan penuh dengan lumpur.
Velix membantah bahwa Presiden baru akan meninjau lokasi pada Minggu besok karena masalah transportasi. Dia mengatakan, Presiden hanya ingin memastikan bahwa sistem manajemen penanganan bencana berjalan.
[zul]
BERITA TERKAIT: