Demonstran dari berbagai usia ini membentangkan spanduk dan poster yang mengecam pemerintah Belanda dan Republik Maluku Selatan (RMS). Tidak lupa juga mereka membakar foto Presiden RMS John Wattilete.
"Tidak sepantasnya Presiden SBY berkunjung resmi ke negeri yang menanamkan kebencian, rasa permusuhan dan tetap memelihara politik
devide et impera," kata koordinator aksi. BM. Wibowo, (Jum'at, 8/10).
Menurutnya sampai hari ini pemerintah Belanda tetap memelihara status quo Indonesia sebagai negara serikat versi Republik Indonesia Serikat pasca Konferensi Meja Bundar di Den Haag, sehingga RMS tumbuh subur di negeri Belanda.
Demonstran juga mendesak agar Ratu Belanda meminta maaf kepada rakyat dan pemerintah Indonesia atas dosa-dosanya di masa lalu. Setelah berorasi bergantian selama setengah jam, para demonstran membubarkan diri dengan tertib sebelum hujan deras mengguyur kawasan Kuningan.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: