Tiga Bulan Lalu Bisa Dikendalikan, Kok Tiba-tiba RMS Tuntut Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 08 Oktober 2010, 08:20 WIB
Tiga Bulan Lalu Bisa Dikendalikan, Kok Tiba-tiba RMS Tuntut Presiden
lily wahid/ist
RMOL. Komisi I DPR belum memutuskan apakah akan memanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa meminta keterangan soal pembalatan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda secara mendadak pada Selasa lalu.

"Belum fix. Tapi ada usulan untuk itu. Kalau (menurut) saya sih, lebih baik dipanggil," ujar anggota Komisi I DPR Lily Chodidjah Wahid kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 8/10).

Anggota Komisi DPR yang membidangi masalah hubungan luar negeri ini tidak habis pikir kenapa Republik Maluku Selatan menuntut Presiden Indonesia ke pengadilan di Den Haag, Belanda. Padahal, pada saat Komisi I mengadakan kunjungan ke Belanda sekitar tiga bulan lalu, Dubes Indonesia di Belanda mengatakan, kelompok RMS sudah terkendali.

"Berarti kerjaannya nggak jelas dong. Kok nggak tahu ada pergerakan seperti itu. Waktu kami ke Belanda, sekitar tiga bulan lalu, Dubes Indonesia Pak Fanny (Junus Effendi Habibie) mengatakan RMS sudah bisa dikendalikan, sudah sering datang diundang ke KBRI. Tapi, kok tiba-tiba terjadi seperti itu (RMS menuntut Presiden)," tandasnya mempertanyakan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA