"Ini kan terjadi karena manajemennya kurang canggih. Bahkan (manajemen istana) kalah canggih dengan manajemen stasiun kereta atau bandara. Di stasiun jumlah massa yang antera malah lebih banyak. Tidak ada musibah,"jelas Ketua Fraksi Mustafa Kamal kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 13/9).
Untuk itu, Mustafa yang juga anggota Komisi IV DPR ini menyesalkan acara
open house dengan Presiden SBY itu memakan korban. Menurutnya, insiden tersebut sangat memprihatinkan. Makanya, dia berharap ke depan, manajemen istana harus lebih ditingkatkan.
"Saya berharap manajemen di Istana ini harus lebih baik lagi ke depan. Animo masyarakat yang tinggi untuk bertemu Presiden harus diimbangi dengan manajemen yang baik. Rakyat yang datang itu harus dilayani dengan baik. Mestinya selama mengantre disiapkan tempat duduk. Lalu dipanggil satu per satu atau per kelompok," sebutnya.
Terkait adanya bagi-bagi duit oleh pihak Istana kepada pengunjung, Mustafa mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut. Untuk itu, dia meminta pihak Istana mengklarifikasi hal itu karena menurutnya pemberian uang kepada rakyat di zaman sekarang ini tidak tepat.
"Kedatangan rakyat tidak murni untuk bertamu Presiden, tapi sekadar menari angpao, tidap tepat di zaman era reformasi ini. Itukan gaya-gaya feodel di masa lalu yang tidak perlu ditumbuhtradisikan pada perpolitikan sekarang ini. Karena ada nuansa manipulasi dan tidak sehat. Mudah-mudahan (kabar bagi-bagi duit) tidak benar," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: