Demikian dikatakan pengamat politik dari Universitas Prof Dr Hamka M Dwi Fajri kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 13/9).
Fajri mengatakan, Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo memutuskan untuk tidak menggelar
open house pada lebaran tahun ini. Pasalnya, Foke belajar dari kerusuhan tahun lalu saat ia menggelar open hause yang dihadiri warga Jakarta.
"Meski bawahan, mestinya SBY mau belajar atau mengikuti langkah Foke. Setidaknya dalam kasus ini, Foke lebih cerdas karena langsung belajar dari kasus sebelumnya," ujarnya.
Di samping itu, masih kata Fajri yang juga peneliti di Pusat Studi Agama dan Peradaban ini, SBY juga sepertinya mengacuhkan berbagai imbauan dari tokoh masyarakat dan bahkan dari pemerintah sendiri yang melarang para muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) atau para dermawan untuk membagikan uang secara langsung dengan cara antrean panjang.
"Semua juga sudah tahu, masyarakat yang datang itu kebanyakan, untuk tidak mangatakan semuanya, datang ke Istana hanya mengharapkan uang atau amplop," demikian Fajri.
[zul]
BERITA TERKAIT: