Ketua Badan Kehormatan DPR Gayus Lumbuun misalnya. Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan pihak-pihak yang bersikeras untuk melanjutkan pembangunan tersebut patut dicurigai.
"Perlu dicurigai secara hukum dan etika, pihak-pihak yang berkeras melanjutkan pembangunan gedung dewan dan ruang 120 M2 per anggota hanya untuk kenikmatan kerja, bukan untuk kualitas kerja," sebut Gayus kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 10/9).
Gayus yang juga anggota Komisi III ini menyarankan sebaiknya rencana pembangunan gedung baru tersebut dibatalkan dan menurutnya tidak beralasan jika terus dipaksakan.
"Masih banyak yang harus dipikirkan pimpinaan dewan untuk memaksimalkan tugas utamanya, seperti rencana menyelesaikan 70 UU pada tahun 2010 yang sampai dengan bulan September ini baru berhasil 7 undang undang saja," tegas Gayus.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.