Pamor Pemerintah Anjlok, Ruhut Tunjuk Hidung Petinggi Koalisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Kamis, 09 September 2010, 09:20 WIB
Pamor Pemerintah Anjlok, Ruhut Tunjuk Hidung Petinggi Koalisi
Kecil Besar
RMOL. Isu reshuffle kabinet SBY-Boediono untuk kesekian kalinya mencuat sebelum kabinet menghabiskan satu tahun pertama masa kerjanya. Kali ini isu digulirkan oleh tokoh Partai Demokrat sendiri yang adalah anggota Dewan Pembina, Ahmad Mubarok.

Untuk kesekian kalinya juga bersamaan dengan ramainya pembicaraan reshuffle, desakan untuk menyusun kabinet ahli mengarah tajam pada Presiden SBY. Kalangan pengamat politik yang sejak sebelum terbentuknya Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sudah gencar mengkampanyekan isu kabinet ahli, kembali mewacanakan isu populis itu.

Partai Demokrat sendiri mengatakan bahwa isu reshuffle dari Mubarok bukanlah sikap resmi partai. Ketua DPP Partai Demokrat bidang Komunikasi, Ruhut Sitompul, yang menyatakan hal itu. Meski demikian, Ruhut secara pribadi menghormati wacana itu sebagai masukan pada SBY yang notabene Ketua Dewan Pembina Partai.

Soal masukan pada SBY untuk mengubah kabinet "pelangi" menjadi kabinet ahli pun ditanggapi baik oleh Ruhut. Menurutnya, sejak baru terpilih sebagai Presiden bersama Wakil Presiden Boediono, SBY memang menginginkan kabinet di periode keduanya berwujud kabinet yang diisi orang-orang profesional dari partai.

"Dari awal Pak SBY dalam kaitan dengan koalisi, selalu ingin profesional. Dia kepingin yang mengisi kabinet itu orang profesional dari partai koalisi," ujar Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa waktu lalu.

Ruhut, yang saat dihubungi mengaku sedang berada di Yerusalem, mengatakan, kabinet ahli seperti yang diimpikan publik gagal terwujud karena sifat para petinggi partai koalisi yang tidak mau kalah.

"Orang-orang koalisi, mentang-mentang pejabat teras partai malah menyodorkan dirinya. Sebenarnya kalau mereka bukan profesional dan bukan ahli. Hal itu yang buat pemerintah pamornya turun," lanjut Ruhut. [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA