Muhammadiyah Sebaiknya Anggap Kunjungan PKS Godaan di Bulan Ramadhan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 08 September 2010, 12:19 WIB
Muhammadiyah Sebaiknya Anggap Kunjungan PKS Godaan di Bulan Ramadhan
RMOL. Sebagai partai politik, apa pun yang dilakukan oleh PKS tentu bermuatan politis, meski hal itu dibungkus dengan bahasa silaturrahim. Kecuali, PKS menanggalkan baju politiknya.

Demikian dikatakan fungsionaris PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay menanggapi dua kali kunjungan petinggi PKS ke Muhammadiyah pada 30 Agustus lampau di Jakarta dan pada 5 September di Jawa Tengah.

Saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 8/9), Saleh menilai kunjungan itu sebagai bentuk kekuatiran petinggi PKS bila simpatisannya yang ada di Muhammadiyah dan organisasi Islam lainnya meninggalkan partai tarbiyah tersebut. Hal ini seiring dengan keputusan PKS sendiri yang akan menjadi partai terbuka bagi setiap warga negara Indonesia.

"Muhammadiyah tidak cerdas bila menanggapi kunjungan PKS itu secara serius. Hal itu tak usah ditanggapi. Apalagi PKS mengatakan PKS dan Muhammadiyah sama. Dimana samanya? PKS itu partai politik dan Muhammadiyah Ormas yang memiliki cara kerja berbeda. Anggap saja itu sebagai godaan politik yang harus ditahan selama bulan puasa. Tapi ingat, setelah puasa juga jangan tergoda," ungkapnya mengingatkan.

Sekadar diketahui, pada pertemuan dengan tokoh Muhammadiyah di Jawa Tengah, Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa PKS, Muhammadiyah, dan NU merupakan sama-sama organisasi mainstream Islam moderat yang ada di Indonesia. Untuk itu, PKS mengajak kedua organisasi Islam itu menggelar kongres pemikiran Islam. Muhammadiyah, kata Anis saat itu, telah menyepakati usulan tersebut dan akan dibahas di internal Muhammadiyah. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA